Di dusun saya terdapat beberapa mushola yang mana dari mushola yang ada secara langsung maupun tidak langsung membagi dengan status gender, yaitu ada mushola khusus anak laki-laki, khusus perempuan, dan khusus orang tua. Pembagian status gender tersebut bukanlah diatur dari peraturan desa, namun hal ini karena condongnya anak-anak memilih ustad yang mereka sukai, namun ternyata hal ini membagi mereka sampai ke status gender. meski demikian, sampai saat ini tidak ada masalah yang sampai mengangkat isu gender.
Berkait dengan Sholawat al-barzanji kali ini, yakni yang dilakukan oleh mushola perempuan, yang hadir ya semuanya perempuan kisaran umur 0-14 tahun, dan ada beberapa orang tua yang mendampingi anak mereka, dan yang paling menarik adalah makanan (snack) yang ada juga mereka membawa sendiri yang kemudian dikumpulkan dan diacak sehingga mereka menerima snack yang bervariasi. Terkait yang memandu bacaan sholawat ini yaitu orang dewasa yang dulu pernah ngaji dimushola tersebut, sedangkan lirik lagu dan yang membaca bagian-bagian yang dibaca adalah anak-anak yang diacak tanpa memangdang anak tersebut bisa atau tidak karena untuk ajang latihan dan keberanian.
Saya sangat menikmati, namun sayangnya saya sungkan untuk ikut berkecimpung disana, saya sendiri hanya menikmati lantunan sholawat tersebut didepan rumah sambil menikmati pahitnya kopi dan sebatang rokok. Masih adakah kegiatan seperti ini di dusun anda?
0 comments:
Post a Comment